“KU”POTRET HIDUP

the hibryd (super human)

a

writer by: wendy pad, photographer by: kr.danie

Terkadang kita tak pernah bisa menyingkap rahasia Tuhan dan terkadang kitapun bisa menyingkap rahasiaNya. Apakah ini adalah rencana Tuhan ataukah ini rencana kita, yang jelas semua ini adalah buah karya buah mata buah rasa dan hanya waktu yg mampu menghadirkan semua rahasia dan rencana ini.  Disatu sudut dunia, ada hal yg dirasakan sangat memilukan bagi sekelompok orang, akan tetapi disudut lain dunia tersebut menyuguhkan kenikmatan, mereka berbicara bahwa hal tersebut tidak adil. Ini bukan masalah adil tidak adil, akan tetapi ini adalah suatu keseimbangan. Bagaimana kita bisa merasakan suatu kenikmatan bila tidak ada pembandingnya yaitu kesengsaraan, bagaimana kita bisa merasakan tidak enak klo tidak ada pembanding rasa enak.

Manusia adalah hibryd, kita terlahir untuk bisa menjadi apa saja dan bisa merasakan apa saja yg kita mau. Jangan hanya berbicara bahwa dulu kita enak, dulu kita kaya, dulu kita makmur, dulu kita punya rumah… Semua ini adalah potret, suatu rekaman hidup bahwa kita pernah jadi apa dan siapa. Tuhan telah memberi wadah (semesta), kita telah diberi arah (agama), dan kitapun sudah direkam dalam sejarah. Ketika kita emosi, kita adalah mati, kita dalam keadaan tidak sadar, emotion=external motion, dmana smua aktivitas tubuh dilakukan diluar kesadaran. Dengan doa, kita bisa membangkitkan kembali kesadaran kita, inmotion=internal motion. Setiap doa yg terucap  adalah setiap ucapan yg menyadarkan. Ketika  kita merasakan hal yg sengsara, maka segeralah sadar untuk beranjak ke rasa yg menyenangkan, memang hanya itu saja yg akan membuat perubahan, agama hanya sebagai petunjuk aksi dan opsi.  Tuhan tidak tidur, akan tetapi Tuhan juga tidak beraksi, karena Tuhan telah menjadikan manusia sebagai the hibryd, superhuman.

the “bocah”

mandi1writer by: wendy pad, photographer by: wendy pad

Aku tidak lagi sebagai Bocah, andapun juga tidak bisa disebut lagi sebagai bocah. Bocah adalah visual dari sebuah kebahagiaan, tawa canda mereka tanpa beban dan tanpa boncengan maksud tertentu. Apa yg membuat kita bisa menjadi bocah lagi? apakah musti kembali ke masa lalu? Ternyata kata kunci dari seorang bocah adalah “beban”.  Ketika hidup berjalan tanpa merasakan beban untuk menjalaninya, mungkin kebahagiaan kita akan utuh. Yahh… emang adalah mustahil untuk menjadi bocah, karena kita takkan pernah bisa berhenti berfikir bagaimana menjalani hidup tanpa terpikirkan beban. Menjadi kaya bukanlah jaminan kebahagiaan, menjadi miskin apalagi… Rasanya semua yg ada di dunia ini ingin menjadi sukses yg sebenarnya parameter mereka adalah kebendaan, apa yg mereka punya. Mungkin menurut saya kesuksesan itu bukanlah dari apa yg kita punya, akan tetapi kesuksesan adalah apa yg kita rasa… Nyanyian sang bocah:

ketika orang dewasa bernyanyi:
Bocah kecil janganlah kau cepat tumbuh besar…
Ketika kami menyadari kau tumbuh besar, artinya kamipun menjadi tua…

ketika orang susah bernyanyi:
Bocah kecil, cepatlah kau tumbuh besar…
ketika kami menyadari kau tumbuh besar, artinya kesengsaraan kamipun makin mendekati akhir…

ketika pejabat bernyanyi:
Bocah kecil, kenapa kau tumbuh besar…
Ketika kami menyadari kau tumbuh besar, artinya kekuasaan kamipun mulai kaurampas…

Ketika rakyat kecil bernyanyi:
Bocah kecil cepatlah kau tumbuh besar, cepat-cepatlah jadi pemimpin yg pintar & bisa memperbaiki keadaan ini…

Bocah kecilpun juga bernyanyi:
akupun ingin cepat beranjak dewasa…
kuingin menjadi orang dewasa yg bisa merasakan hura2 gaulnya dunia…
kuingin menjadi kaya karna ku bosan dengan kemiskinan semenjak kulahir…
Kuingin menjadi pejabat dan ingin merampas semua, meskipun hanya sisa sisa…
Kuingin menjadi pemimpin yg pintar dan menguasai negeri…
Sadarlah semua, jangan bermimpi dan berharap kami tak sepertimu…
Ku ingin cepat tumbuh besar dan segera menendangmu…

Kubersujud PadaMu…

kapal1

writer by: wendy pad, photographer by: wendy pad

Adalah Nikmat dariMu ya Allah ketika mata ini selalu dimanjakan oleh karya-karya indahMu. Adalah berkahMu ya Allah ketika lidah ini dapat merasakan berbagai nikmat yang Kau beri. Adalah Bersyukur ya Allah ketika tangan ini dapat membagi rejeki yang telah Kau berikan. Adalah SujudKu kepadaMu ya Allah ketika hati ini tersentuh oleh kepedihan. Tapi mengapa otak ini tak mampu menggerakkan kesadaran untuk selalu menyembahmu? Otak ini tak mampu menjadikan ragaku bersujud dihadapanmu. Tubuh ini terlalu sombong untuk selalu menunduk dihadapanMu. Jiwa ini terlalu munafik untuk menjadi lemah di hadapMu. Aku tlah menjadi setitik sampah dihadapMu ketika jiwa ini kembali kepadaMu. Sadarkan aku ya Allah…  Jadikan Raga dan Jiwa ini menjadi sesuatu yg selalu Kau lindungi… AMin

LOGIC CULTURE

writer by: wendy pad, photographer by: wendy pad

Ini sedikit agak bertentangan dengan faham-faham yg terjadi di masyarakat dimana suatu kebudayan sebenarnya adalah bentukan dari sebuah perilaku/pola keseharian. Banyak event yg menghadirkan berbagai budaya masa lalu. Sebenarnya apa maksud dari event tersebut, apakah kita diarahkan untuk menggunakan budaya yang lama dalam keseharian dimasa sekarang?? Terkadang konsep tersebut salah dimaknai oleh sebagian dari kita.

Ini adalah menyangkut pengembangan dari budaya lama. Event-event budaya dihadirkan kembali agar kita mampu menciptakan suatu budaya yg didasari dari budaya asli kita. Sadarkah kita bagaimana wanita indonesia terlihat sangat anggun ketika mereka mengenakan kebaya, ketimbang mereka menggunakan rok mini?? Kalo emang jaman sekarang adalah rok mini, mengapa tidak membuat suau produk rok mini dengan dasar motif batik?? Inilah yg dikatakan sebuah pengembangan suatu budaya. Kalao emang bikini dianggap suatu pakaian yg modern dan seksi, cobalah kita mengembangkan suatu produk baju bikini dengan motif batik, maka keduanya berkolaborasi antara seksi dan anggun. Tiap budaya membawa kebiasaannya masing-masing. Ketika kebudayaan yg kita tiru adalah bukan dari kebiasaan kita, mungkin kita tak pernah sadar apakah suatu budaya tersebut serasi untuk diterapkan. Yang jelas, kebiasaan dan norma keseharian kita adalah sesuatu yg lebih pantas untuk diterapkan, meskipun itu adalah sesuatu yg dipadukan dengan budaya lain karena perubahan perilaku.

Percuma saja kumendukungmu

n627882997_1445386_3091

writer by: wendy pad, photographer by: kr.danie

Sebenarnya tulisan ini pernah saya tulis di facebook penggemar (dukung antashari) dan ternyata tulisan saya dihapus oleh pembuatnya, akhirnya saya tidak dukung lg… ada apa ini? padahal mereka semua berbicara kebenaran. Seolah-olah mereka merasa benar dan suci tanpa mengenal korupsi… Maka dari itu saya tulis besar-besar apa arti kebenaran sebenarnya !!! berikut tulisan saya :

Sebenarnya naif juga sih…
ketika saya mendukung lantang2 gerakan anti korupsi, saya teringat akan pekerjaan bpk saya yg notabene dulunya adalah mantan pegawai negeri. Mungkin dulunya bapak saya juga pernah korupsi, (itu artinya apa yg pernah saya makan juga mengandung kadar korupsi, biaya sekolah saya hingga sarjana juga mengandung kadar korupsi). Coba saja anda hitung sendiri pendapatannya… Ngga mungkinlah hanya dengan andalin gaji pegawai, beliau bisa memiliki “aset” serta mampu memenuhi kebutuhan saya… bagaimana dengan anda atau bapak anda? apa masih ngga bisa berhitung kebenaran?

Bukan indonesia klo tidak ada korupsi… ini adalah hal lumrah, wajar, normal !!! yg diberantas dan pemberantasnya pun pun rasanya sama saja. Parameternya mudah sekali… coba cari tau gaji bulanan dengan aset yg mereka miliki… Pastinya anda akan terkagum-kagum dengan nilai kekayaan mereka!!! Sayang sekali saya bukan orang yg bisa korupsi uang negara, karena saya wiraswasta yg ga bisa jadi pejabat. Andai saja saya jadi pejabat, mungkin saya akan berbuat sama dengan pejabat2 terdahulunya…

negeri ini sudah rusak kawan… regenerasi mungkin bisa membuat perubahan menjadi lebih baik atau mungkin lebih kejam. SO, Siapa yg anda dukung? masih mau mendukung antasari ato musuh antasari? anda tidak perlu dukung siapa2 karena siapapun yg anda dukung tidak akan meberi perubahan apa-apa terhadap diri anda, yang diuntungkan adalah golongan mereka… lebih baik dukung saja diri anda sendiri, hwehehe…
kenali saja kebenaran dalam diri anda terlebih dulu…
klo udah kenal, baru bicara kebenaran orang lain…